Musrenbang 2027: Komitmen Kembali Diulang, Pemko Pekanbaru Didesak Berhenti Bersembunyi di Balik Narasi

Musrenbang 2027: Komitmen Kembali Diulang, Pemko Pekanbaru Didesak Berhenti Bersembunyi di Balik Narasi

Pekanbaru – Pembukaan Musrenbang RKPD 2027 oleh Wali Kota Pekanbaru kembali menghadirkan deretan janji pembangunan yang terdengar familiar: perbaikan infrastruktur, penanganan banjir, hingga peningkatan kualitas layanan publik.

Namun bagi publik, pertanyaannya semakin sederhana sekaligus tajam: mengapa masalah yang sama terus diulang setiap tahun tanpa penyelesaian yang benar-benar tuntas?

Musrenbang seharusnya menjadi ruang evaluasi paling jujur bagi pemerintah daerah. Bukan sekadar forum menyusun rencana baru, tetapi momentum untuk mengakui kegagalan, mengoreksi arah, dan membongkar apa yang selama ini tidak berjalan.

Sayangnya, yang muncul justru pola lama—narasi optimisme yang berulang, tanpa diiringi keberanian membuka fakta di lapangan.

Banjir masih terjadi. Jalan rusak masih dikeluhkan. Drainase masih menjadi persoalan klasik. Ini bukan sekadar “tantangan pembangunan”, melainkan indikator bahwa ada yang tidak beres dalam eksekusi.

Publik mulai membaca situasi ini secara lebih kritis: apakah perencanaan selama ini memang tidak efektif, atau pelaksanaannya yang tidak serius?

Lebih jauh, muncul kesan bahwa pemerintah lebih nyaman berbicara tentang rencana dibanding mempertanggungjawabkan hasil. Musrenbang pun berpotensi berubah fungsi—dari forum strategis menjadi sekadar panggung legitimasi kebijakan.

“Kalau setiap tahun masalahnya sama, berarti ada yang gagal. Pertanyaannya, berani tidak itu diakui?” ujar seorang pengamat kebijakan.

Di titik ini, otokritik bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Pemerintah tidak cukup hanya melaporkan capaian yang baik, tetapi juga wajib membuka kegagalan secara transparan.

Tanpa itu, publik akan terus melihat adanya jarak antara apa yang disampaikan dan apa yang terjadi.

Lebih keras lagi, publik mulai menilai bahwa pembangunan di Pekanbaru terjebak pada siklus yang stagnan:

perencanaan besar – publikasi masif – realisasi parsial – lalu diulang kembali.

Jika pola ini terus dipertahankan, maka Musrenbang hanya akan menjadi ritual tahunan yang kehilangan makna strategisnya.

Padahal, kepercayaan publik tidak dibangun dari seberapa sering pemerintah berbicara, tetapi dari seberapa konsisten pemerintah bekerja dan menyelesaikan masalah.

Kini bola ada di tangan Pemerintah Kota Pekanbaru.

Apakah Musrenbang 2027 akan menjadi titik balik menuju perbaikan nyata?

Atau kembali menjadi panggung retorika yang kuat di awal, namun memudar di akhir?

Publik menunggu—bukan janji baru, melainkan keberanian untuk jujur dan bukti yang benar-benar nyata.

---

?? Catatan Redaksi:

Tulisan ini merupakan kritik tajam sekaligus dorongan otokritik terhadap kinerja pemerintah daerah, sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial media.

Penulis: Tim Redaksi andalasterkini.com

---

???? Tagar:

#Andalasterkini #Pekanbaru #Musrenbang2027 #Otokritik #KritikPublik #KinerjaPemerintah #Infrastruktur #Transparansi #Akuntabilitas

#Agung Nugroho